ZMI Media Center Sukses Gelar Webinar ZMI Marketing Digital, Tekankan Pola Pikir, Media Sosial Aksesibel, dan Optimalisasi Hashtag
ZMI Media Center Sukses Gelar Webinar ZMI Marketing Digital, Tekankan Pola Pikir, Media Sosial Aksesibel, dan Optimalisasi Hashtag
ZMI Media Center kembali menunjukkan komitmennya sebagai wadah edukasi, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha, kreator digital, serta pegiat media sosial melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pemasaran digital.
Kali ini, ZMI Media Center sukses menyelenggarakan Webinar ZMI Marketing Digital dengan mengangkat tema besar “Membangun Pola Pikir yang Tepat, Media Sosial yang Aksesibel untuk Disabilitas Netra, serta Optimalisasi Hashtag untuk Penjualan yang Bertumbuh.” Webinar ini dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, mulai pukul 19.30 Waktu Indonesia Barat, dan diikuti oleh kurang lebih 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta yang hadir berasal dari latar belakang usaha yang beragam, mulai dari pelaku UMKM, pegiat media sosial, hingga individu yang baru merintis usaha secara online.
Acara ini menghadirkan Kak Chairil Putra sebagai narasumber utama. Beliau merupakan owner dari komunitas ZMI sekaligus seorang affiliate aktif di platform TikTok dan Shopee. Dengan pengalaman praktis yang dimilikinya, Kak Putra membagikan banyak insight yang relevan dan aplikatif bagi peserta.
Dalam pemaparannya, Kak Chairil Putra sangat menekankan pentingnya membangun pola pikir (mindset) yang benar dalam berjualan. Ia menyampaikan bahwa pola pikir adalah fondasi utama dalam menjalankan usaha. Menurutnya, pola pikir dalam berjualan diibaratkan seperti pondasi dalam membangun sebuah rumah. Jika pondasinya kuat, maka bangunan di atasnya akan kokoh dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Kak Putra menjelaskan bahwa dunia jualan tidak lepas dari rintangan, persaingan, dan fase naik turun. Tanpa pola pikir yang dibangun secara benar, banyak pelaku usaha yang akhirnya berhenti di tengah jalan, bahkan dalam waktu satu hingga dua bulan pertama. Namun sebaliknya, jika sejak awal pola pikir dibentuk dengan baik, maka mental akan lebih kuat, tidak mudah menyerah, dan mampu melihat tantangan sebagai proses menuju kesuksesan.
Selain membahas pola pikir, webinar ini juga mengangkat topik penting mengenai media sosial yang aksesibel, khususnya bagi disabilitas netra. Kak Putra menekankan bahwa inklusivitas dalam bermedia sosial bukan hanya soal empati, tetapi juga peluang. Dengan membuat konten yang lebih ramah dan mudah diakses, jangkauan audiens akan semakin luas dan berdampak positif pada pertumbuhan penjualan.
Pada sesi pembahasan selanjutnya, Kak Putra menyoroti pentingnya penggunaan hashtag dalam strategi pemasaran digital. Ia mengibaratkan hashtag sebagai kunci dari sebuah rumah. Percuma memiliki rumah yang megah dengan pintu yang kokoh jika tidak memiliki kunci. Begitu pula dalam berjualan, sebaik apa pun caption yang dibuat, jika tidak didukung dengan hashtag yang tepat, maka potensi produk ditemukan oleh calon konsumen akan sangat kecil.
Menurutnya, hashtag adalah pintu masuk agar produk atau jasa dapat ditemukan oleh peluang dan calon pembeli yang tepat. Oleh karena itu, membangun hashtag tidak boleh dianggap sepele, melainkan harus dirancang secara strategis dan konsisten.
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta bernama Kasmimi dari Jombang, Jawa Timur, mengajukan pertanyaan terkait kendala yang ia alami dalam usahanya di bidang makanan dan minuman. Ia menyampaikan bahwa meskipun telah berjualan selama kurang lebih dua tahun, ia sering mengalami masalah produk cepat basi ketika dikirim ke luar kota.
Menanggapi hal tersebut, Kak Chairil Putra menyampaikan bahwa kemungkinan besar masalah tersebut terletak pada sistem pengemasan. Ia menyarankan agar packing dibuat lebih kuat dan lebih diperhatikan, terutama terkait suhu dan paparan angin selama proses pengiriman. Kak Putra juga menambahkan bahwa dalam memproduksi makanan atau minuman, penting untuk memastikan produk tidak mudah terpapar udara luar yang dapat mempercepat proses pembusukan.
Jawaban tersebut kemudian diperkuat oleh Kak Lidya, salah satu tim yang bertugas pada malam pelaksanaan webinar. Berdasarkan pengalamannya dalam mengirimkan paket ke luar kota, ia menyarankan agar packing ditambahkan lapisan pengaman tambahan, seperti Plastik paket / Poly mailer, Bubble wrap, Kardus / Dus, Lakban paket / Lakban bening-coklat, agar produk lebih tahan selama proses distribusi.
Sesi diskusi juga diwarnai pertanyaan dari peserta lain bernama Samudra yang menanyakan tentang teknis penggunaan hashtag. Ia ingin mengetahui apakah penulisan hashtag harus menggunakan spasi atau tanda hubung.
Menjawab pertanyaan tersebut, Kak Chairil Putra menjelaskan bahwa setiap hashtag harus dipisahkan menggunakan spasi antar hashtag. Ia juga memberikan contoh bahwa penulisan hashtag harus digabung dalam satu kata atau frasa tanpa spasi di dalamnya, dengan penggunaan huruf besar di awal kata untuk memudahkan pembacaan, seperti contoh #BelanjaHariIni. Jika ingin menambahkan hashtag lain, maka cukup diberi spasi dan dilanjutkan dengan hashtag berikutnya.
Kesimpulan
Webinar ZMI Marketing Digital yang diselenggarakan oleh ZMI Media Center ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi pemasaran digital masih sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha di berbagai level. Kegiatan ini tidak hanya memberikan materi teknis, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya pola pikir yang kuat sebagai dasar utama dalam berjualan dan berproses di dunia digital.
Melalui pemaparan narasumber dan diskusi interaktif bersama peserta, webinar ini menegaskan bahwa kesuksesan dalam berjualan tidak bisa diraih secara instan. Diperlukan mental yang tangguh, kesiapan menghadapi persaingan, serta konsistensi dalam belajar dan mencoba strategi baru. Pola pikir yang benar akan membantu pelaku usaha bertahan dalam jangka panjang dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
Selain itu, pemahaman mengenai media sosial yang aksesibel membuka wawasan peserta bahwa pemasaran digital harus bersifat inklusif dan dapat menjangkau semua kalangan. Pendekatan ini bukan hanya mencerminkan nilai kepedulian sosial, tetapi juga menjadi peluang besar dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan audiens.
Pembahasan mengenai hashtag juga memberikan pemahaman mendalam bahwa detail kecil dalam strategi digital marketing memiliki dampak besar terhadap visibilitas produk. Hashtag yang disusun dengan tepat berperan sebagai jembatan antara produk dan calon konsumen, sehingga peluang penjualan dapat terus bertumbuh.
Secara keseluruhan, Webinar ZMI Marketing Digital ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi peserta untuk terus mengembangkan usahanya dengan strategi yang lebih terarah, pola pikir yang lebih matang, serta pemanfaatan media sosial yang optimal dan berkelanjutan.
Penulis: Rara Aprilia ZMI
Editor: Meli ZMI

Posting Komentar untuk "ZMI Media Center Sukses Gelar Webinar ZMI Marketing Digital, Tekankan Pola Pikir, Media Sosial Aksesibel, dan Optimalisasi Hashtag"
Posting Komentar